Berfokus memulihkan learning loss pada peserta didik yang lemah akan memastikan mereka mampu mengikuti pembelajaran normal sekaligus mengikis kesenjangan antar peserta didik di dalam sekolah. Peserta didik yang lemah disini adalah mereka yang sejak awal bersekolah (sebelum pandemi) capaian belajarnya sudah rendah, diikuti kemudian peserta didik dari keluarga miskin, dan peserta didik dengan kedua orang tua bekerja.
“PTM yang berfokus pada kelompok miskin dan rentan ini dapat dilakukan dengan cara mendorong sekolah dan guru melakukan pemetaan ulang kemampuan peserta didik (diagnostic assessment) dan merancang pengajaran sesuai kemampuan peserta didik yang berbeda (differentiated teaching),” ungkap Yusuf.
Lebih jauh Yusuf berpendapat, sangatlah krusial untuk secepatnya mereformasi BDR agar senyaman dan sepadan dengan PTM. Kombinasi PTM terbatas dan BDR yang menyenangkan adalah pilihan yang paling diinginkan peserta didik. Reformasi BDR terpenting adalah meningkatkan kemampuan guru menyiapkan bahan ajar yang menyenangkan dan tidak bergantung sepenuhnya pada kuota internet.
