“PJJ tanpa kuota internet dan inovasi pembelajaran berbasis luring untuk mereka yang minim akses pembelajaran daring, menjadi krusial. Mencetak berbagai bahan ajar daring dan mendistribusikannya kepada seluruh peserta didik, menjadi salah satu pilihan terbaik untuk kenyamanan dan keterjangkauan,” ungkap Yusuf.
Faktor pamungkas adalah pelibatan orang tua yang intensif dalam pelaksanaan BDR. Membangun komitmen orang tua dalam menemani anak belajar, dengan dukungan komunitas, tokoh masyarakat dan aparat pemerintah lokal, menjadi salah satu praktek terbaik yang bisa direplikasi.
“Menjadi krusial pula bagi pihak sekolah untuk memiliki program pengasuhan untuk mendukung orang tua mendampingi anak selama BDR,” tutup Yusuf. (rob)
