“Tadi sudah disampaikan 50 persen WFO 50 persen WFH, yang WFO masih kita batasi lagi dengan yang memiliki riwayat sakit tertentu dan lanjut usia, dengan situasi seperti itu yang bekerja di bawah 50 persen,” papar Godam.
“Namun dengan demikian bukan berarti layanan terhenti karena tidak mungkin layanan dihentikan, layanan tetap berjalan dengan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” tambah Godam dengan tegas.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Pelayanan masyarakat di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan tampak lenggang, namun pelayanan berjalan dengan lancar dan baik, pelayanan terhadap WNI dan WNA dilakukan secara terpisah WNI di lantai 2 dan WNA di lantai 3, tidak hanya itu protokol kesehatan mulai dari masuk ke area pelayanan terlihat lengkap seperti pengukur suhu tubuh, handsanitizer dan juga pembatas pengunjung.
“Yang kita layani saat ini hanya mereka yang memiliki nomor antrian itu saja karena mencegah kerumunan jadi pelayanan kita tetap berjalan, jadi yang tadinya ada walk in datang langsung, karena tidak tahu sistem maka tidak kita layani sementara, jadi yang kita layani yang sudah dapat nomor antrian online,” kata Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Anggiat Napitupulu.
