“Kita kebetulan melihat pasar yang kemarin tutup sekarang sudah mulai ada kegiatan masyarakat, di mana ada penjual dan pembeli di sana mereka saling beraktivitas seperti biasa,” sebut Bayu.
Terkait di tempat pengungsian, jelas dia, Polda Sumatera Barat dan Polres setempat juga berupaya untuk melakukan trauma healing pada anak-anak. “Karena kita tahu anak-anak ini harus kita naikkan imun kegembiraannya, dengan kegiatan seperti bermain, bernyanyi dan melaksanakan aktifitas anak meningkatkan kebahagiaannya,” ujarnya.
Bayu menjelaskan, untuk tim trauma healing yang diturunkan dari Polda Sumbar adalah dari SDM dan Biddokkes, bersama dengan tim yang sudah dibentuk dalam memberikan pelajaran serta permainan. “Mereka akan mobile, titik awal di tempat pengungsian lapangan bola, nanti akan bergeser ke tempat lainnya,” tambahnya.
Untuk personel Polda Sumbar dan jajaran yang ikut membantu dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, Bayu menghimbau agar tetap semangat dalam membantu masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan kemanusiaan itu bermanfaat bagi masyarakat yang mengalami gempa.

