Sebut saja, lanjut Virgo, hadiah kontes bacan ini, untuk juara umum akan mendapatkan hadiah sebesar Rp6-8 juta dan juga mendapatkan uang pembinaan dan souvenir.
Tren batu bacan saat ini untuk kelas batu akik masih semarak. Walaupun secara volume berkurang, pecinta bacan sendiri masih tetap stabil.
“Kemungkinan booming, batu bacan akan booming, masih booming, namun harga akan selektif, tidak akan salah beli karena bacan berkualitas se-Indonesia,” tandasnya.
Pangsa pasar bacan sendiri sudah meluas hingga keluar negeri, di antaranya hingga ke Taiwan, Inggris, dan kawan Eropa. “Di China dan Taiwan harganya tinggi, karena bacan kualitasnya bisa lebih tinggi dari batu giok,” katanya lagi.
Di tingkat penjualan/niaga batu bacan di Indonesia, harga bacan masih terbilang tinggi dan bertahan. Baik di kolektor bacan maupun umum bacan banyak dimiliki. Meski Pandemi Covid-19 melanda, tak dipungkiri menurun, tapi saat ini penjualan bacan bisa melalui online.
Virgo berharap, kepada para penggemar, kolektor, pecinta batu Indonesia dapat bangkit kembali setelah lama tertidur. Di 2016, seluruh penjualan batu merosot, sekarang harus bangkit lagi. “Batu dibilang gak musim, gak juga dari dulu sudah ada, anak muda pun sekarang senang batu sampai usia tua,” harapnya.
