Terpisah, Ketua Majelis Permusyawaratan Warga Jakarta, Herman Yahya, menyebut, kalau dirinya mencium adannya kejanggalan dalam pelaksanan Mubeslub tesebut. Dimana pelaksanaan Mubeslub terkesan dipaksakan untuk menggiring salah satu kandidat untuk menjadi Ketua Bamus.
‘Saya sebagai Ketua Ormas Betawi pendukung Bamus Betawi melihat dalam Mubeslub ini ada agenda yang mengkondisikan agar satu calon yang dipilih untuk jadi ketua. Ini tidak boleh terjadi,”terangnya.
Herman yang duduk sebagai Ketua Departemen Seni Budaya dan Perfilman Bamus Betawi ini juga pihak menilai, ada kegajilan dalam penunjukan panitia penyelenggara seperti OC/SC, yang mana ditunjuk secara sepihak tanpa jalur musyawarah.
“Ini kan aneh. Lebih parah lagi dalam Mubeslub nanti tidak ada namanya pembahasan komisi,”pungkasnya. (sol)
