Staf Ahli Gubernur Aceh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada OJK karena keberadaan BWM pertama di Aceh ini telah memberikan tambahan permodalan bagi masyarakat kecil, terutama yang belum bankable. BWM juga telah berperan dalam menambah pengetahuan masyarakat tentang keuangan syariah yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi perekonomian mereka.
“Selain memberikan bantuan berupa dana, BWM ini juga memberikan pelatihan dan edukasi keuangan kepada masyarakat sehingga dapat lebih meningkatkan pertumbuhan usaha lingkungan sekitar pesantren,” kata Iskandar Syukri.
BWM Babul Maghfirah yang didirikan di Provinsi Aceh pada 2 Agustus 2019 ini telah menyalurkan Rp739,7 juta pembiayaan kumulatif kepada 437 nasabahnya yang digunakan untuk berbagai kegiatan usaha produktif.
Pada kesempatan tersebut, Wimboh juga menyaksikan penyerahan pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) PT LKMS Mahirah Muamalah Syariah dan pembiayaan KUR PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. Bantuan ini diharapkan dapat membantu akselerasi kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kecil serta meningkatkan inklusi keuangan di Provinsi Aceh.
