Suharyanto mengingatkan, agar kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana karhutla benar-benar disikapi dengan baik. Apabila ditemukan titik api, maka harus segera dipadamkan sejak dini. Sebab kalau api semakin membesar akan lebih sulit dikendalikan.
“Jangan sampai api membesar dan jangan sampai penanganan terlambat. Kalau api sudah besar nanti tambah sulit,” kata Suharyanto.
Sebagaimana diketahui lahan gambut kering sangat rentan terbakar, terlebih pada periode musim kemarau. Apabila terbakar, maka api dapat menyebar hingga lapisan gambut pada kedalaman empat meter.
Meskipun permukaan gambut telah padam, bukan berarti api di lapisan dalam juga turut padam. Api dari gambut itu dapat bertahan selama berbulan-bulan dan menjalar ke tempat lain.
Dampak dari kebakaran lahan gambut dapat meningkatkan emisi karbondiokside (CO2) yang berpengaruh terhadap sistem pernafasan, sistem sirkulasi darah dan sistem saraf yang berujung pada kematian.
Sebagai bentuk upaya antisipasi, mitigasi, pencegahan dan penangangan bencana karhutla, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. Pertama, penetapan status siaga darurat bencana karhutla melalui koordinasi dengan perangkat atau pemangku kebijakan di daerah untuk menyusun rencana operasi penanganan karhutla.
