“’Aduh, kasihan banget katanya, enggak makan, enggak minum seharian.’ Eh, bukannya kasihan, malah justru yang dikangeni orang muslim saya bilang,” cerita Maysaroh.
Supermarket halal yang tak jauh dari rumah Maysaroh menjual beragam rempah, keju, serta berbagai daging halal, seperti ayam, kambing, sapi, kelinci, bebek, dan kalkun.
Namun, Maysaroh mengaku, makanan di Ukraina kurang pas di lidahnya. Ia lebih sering masak makanan rumahan khas Indonesia, termasuk di bulan Ramadan tahun ini. Terkadang, ia pergi ke supermarket Thailand untuk membeli saus atau bahan pangan yang dapat ia racik sesuai dengan lidah Indonesia.
“Jadi saya berusaha biar enggak terlalu homesick, saya masak apa yang saya bisa ditemukan di sini. Sayur sop, tempe orek, kadang saya kalau bikin tempe kan saya stok tuh tempenya. Jadi kalau kangen bikin tempe goreng, orek tempe, dan suami suka itu,” ceritanya.
Yang juga selalu menjadi favorit di antara keluarga dan teman-teman Maysaroh yang berasal Ukraina adalah bakwan goreng, yang selalu ada di setiap acara.
