“Selama dua hari terakhir, lebih dari 100 peledak (ranjau) telah dihancurkan. Pekerjaan berlanjut,” sambung Babai.
Berakhirnya pertempuran di Mariupol, kota terbesar yang direbut Rusia sejak serangan militernya ke Ukraina pada 24 Februari 2022, menandai tercapainya salah satu tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kendali penuh atas Mariupol memberikan Rusia kontrol atas jalur darat yang menghubungkan Semenanjung Krimea yang direbut Moskow pada 2014 dan sebagian wilayah Ukraina timur yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia.
