Fakta Gempa Mamuju Magnitudo 5,8 Ikut Dirasakan di Daerah Ini, Tidak Potensi Tsunami

HANCUR - Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Mamuju tidak berpotensi tsunami, Rabu (8/6). Foto: BMKG

IPOL.ID – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menyampaikan, gempabumi di Mamuju terjadi pada hari Rabu (8/6) pukul 12.32.36 WIB dengan magnitudo 5,8. 

Episenter gempa, terang Daryono, terletak pada koordinat 2,77° LS – 118,56° BT, tepatnya di laut pada jarak 26 kilometer arah Barat Tapalang Barat, Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kedalaman 10 kilometer (km).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Mamuju ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif dasar laut di lepas pantai Mamuju,” ungkap Daryono dikonfirmasi ipol.id, Rabu (8/6).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Mamuju memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). Gempa, sambung Daryono, dirasakan sangat kuat di Mamuju dan berdampak menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga serta bangunan lainnya. 

Dia menjelaskan, gempa juga dirasakan di Majene, Pinrang, Palopo, Palu, Sidrap, Pangkep, Makassar dan Masamba. Gempa Mamuju juga dirasakan hingga jauh di Paser dan Samarinda di Kalimantan.

“Patut disyukuri bahwa hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Mamuju ini tidak berpotensi tsunami karena disamping mekanisme geser juga karena magnitudonya belum cukup kuat untuk menimbulkan deformasi yang dapat mengganggu kolom air laut,” kata Daryono.

Dia menambahkan, gempa Mamuju hari ini cenderung termasuk gempa tipe 2, dengan ciri terjadi gempa Pembuka (foreshocks) – Gempa Utama (mainshocks “sementara”) – Gempa Susulan (aftershocks). Gempa pembuka hari ini terjadi kemarin, Selasa (7/6) pukul 16.21.41 WITA dengan magnitudo 2,8.

Gempa Mamuju Januari 2021 juga memiliki tipe: Pembuka-Utama-Susulan karena didahului gempa pembuka dengan magnitudo 5,9 pada 14 Januari 2021 Pukul 14.35 WITA. Selanjutnya disusul gempa utama dengan magnitudo 6,2 pada 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA, diikuti serangkaian gempa susulan.

Perbedaan antara gempa Mamuju hari ini dengan gempa Mamuju yang terjadi pada Januari 2021. Terletak pada lokasi episenter dan mekanisme sumbernya. Mekanisme gempa tadi siang adalah sesar geser (strike-slip) sedangkan pada Januari 2021, mekanismenya sesar naik (thrusting). Episenter gempa hari ini terletak di laut/lepas pantai dan episenter gempa Mamuju Januari 2021 terletak di daratan.

Gempa magnitudo magnitudo 5,8 yang mengguncang Mamuju tadi siang, bersumber dari sumber gempa sesar geser (strike-slip) belum terpetakan.

“Hingga petang ini hasil monitoring BMKG baru terjadi gempa 2 kali gempa susulan: (1) Magnitudo 2,7 terjadi pada pukul 14.18 WITA dan Magnitudo 2,9 terjadi pada pukul 16.50 WITA,” ungkapnya.

Gempa Mamuju memiliki karakteristik “lack of aftershocks” atau miskin gempa susulan. “Semoga fenomena ini menjadi pertanda baik,” tukas dia.

Catatan sejarah gempa BMKG menunjukkan sejak 1915 di Pesisir Sulawesi Barat sudah terjadi 9 Gempa Merusak dan Tsunami: (1) 23 Desember 1915 (2) 11 April 1967 M6,3 Tsunami (3) 23 Februari 1969 M6,9 Tsunami (4) 6 September 1972 M5,8 Tsunami (5) 8 Januari 1984 M6,7 (6) 7 November 2020 M5,3 (7) 14 Januari 2021 M5,9 (8) 15 Januari 2021 M6,2 dan (9) 8 Juni 2022 (5,9). 

Berdasarkan catatan, gempa merusak di atas, maka wilayah pesisir Sulawesi Barat, menjadi salah satu kawasan paling aktif terjadi gempa destruktif di Sulawesi. (ibl)

Artikulli paraprakDiperiksa Tiga Kali, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Masih Didalami Soal Izin Ekspor Minyak Goreng
Artikulli tjetërSejumlah PNS Kemenperin Diperiksa Terkait Kasus Impor Baja