Lebih lanjut dijelaskan, hanya 25 orang dari ribuan young engineers dan non-engineers yang terpilih untuk program ini. “jadi Anda semua harus bersyukur karena mendapat kesempatan langka dan nanti akan bermanfaat dan punya nilai tambah setelah selesai kursus di Korea Selatan,” pesan Basuki.
Dikatakannya, selain untuk rencana pembangunan IKN, pembelajaran pembangunan kota cerdas juga dapat bermanfaat untuk diimplementasikan pada kota-kota lain di seluruh Indonesia.
“Saya yakin dengan kualitas training dan pengalaman K Water – sebagai the best water company in the world, akan banyak ilmu, teori dan aplikasinya, yang bisa kita manfaatkan dan terapkan di Indonesia,” paparnya.
Dia menambahkan, ini adalah dukungan yang signifikan dari Pemerintah Korea Selatan. “Seperti yang kita tahu bahwa Korea Selatan memiliki pengalaman dalam mengembangkan dan mengatur Busan EcoDelta Smart City, Kotabaru Songdo, dan Kota Pemerintahan Sejong sebagai Ibu Kota Administrasi Korea Selatan,” sebut Basuki.
Dikatakan Menteri Basuki, pembangunan Ibu Kota Baru (IKN) dan kota-kota di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia kompeten. Mereka harus memahami prinsip dasar membangun kota pintar, memiliki analisis yang tajam untuk berpikir tentang pemecahan masalah pengembangan kota pintar, dan memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan Indonesia.
