Dijelaskannya, kalau rukyat harus dilihat. Kalau dilihat pas cerah bakal sama hasilnya. “Nah, ini ga cerah maka kalo ga cerah udah ga sama, jadi itu ga bisa diperdebatkan,” tukasnya.
“Kalo saya lebih baik saling menghormati, utamanya, Nabi Ibrahim mengajarkan istri dan anaknya bersatu, kompak, dan taat kepada Allah. Semoga kaum muslimin, semua anak istri, mantu, anak cucu kompak taat lepada Allah, insyaAllah hidup akan lebih baik,” kata mantan Rektor Institut Teknik dan Bisnis, Kampus Ahmad Dahlan Jakarta.
Dia menambahkan, intinya adalah agar semangat kurban itu memotivasi kaum muslimin memenangkan persaingan yang sangat ketat di dunia ini. Semangat itu, berawal dari keluarga Nabi Ibrahim, istri dan anaknya.
“Semangat taat kepada Allah, kalau sudah taat kepada Allah maka tidak ada yang ditakutkan, apapun, dunia ini kecil jadi timbullah keberanian seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Panitia Perayaaan Idul Adha, Tukiya menyampaikan bahwa hari ini di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi dilaksanakan salat Idul Adha, diikuti seluruh direksi RS Islam, masyarakat dan tokoh masyarakat.
