Selain itu yang tak kalah penting adalah kolaborasi dengan dengan dunia usaha dan industri, serta pemerintah daerah yang tergabung dalam APKASI (Asosiasi Pemeirntah Kabupaten Seluruh Indonesia).
“Kadin dan asoiasi-asosiasi di bawahnya, serta berbagai provinsi dan daerah. Ini penting mengingat kami ada program magang dan program merdeka belajar kampus merdeka,” katanya lagi.
Terbaru, Dhaniswara melanjutkan, UKI sudah bekerja sama dengan institusi akademik dari Singapura. Institusi tersebut sangat prestis mengingat ia merupakan representasi perguruan tinggi di eropa dan Australia. “Kami harus punya dual degree. Caranya dengan melakukan bekerja sama dengan dunia internasional. Termasuk pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen dan lain sebagainya,” kata Rektor UKI.
Sementara itu berbicara terkait mutu SDM dan dosen, UKI, lanjut Dhaniswara, terus melakukan pembinaan dan target menelurkan guru besar. Pada tahun ini misalnya, UKI sudah mampu melahirkan dua orang guru besar.
“Target kami hingga akhir 2022, bisa bertambah satu lagi guru besar menjadi tiga. Di tahun-tahun selanjutnya minimal empat guru besar bahkan lebih bisa dilahirkan dari UKI,” imbuhnya.
