Titik selanjutnya adalah ruas Kebun Kopi – Nupa bomba KM40+500 dengan penanganan berupa DPT kontilever beton setinggi 6 m dilanjut dengan DPT pasangan batu yang diperkuat kolom beton tebal 30 x 30 jarak per-2,5 m dan timbunan dibungkus geotekstil.
Penanganan selanjutnya dilakukan pada ruas Kebun Kopi – Nupa bomba KM42+100 di Jembatan Uwentira. Rencana jembatan eksisting diganti dengan elevasi di naikkan 2 m. Sementara tiga titik lainnya berada di ruas Toboli – Kebun Kopi pada KM56+100, KM59+150, KM59+750.
Turut hadir dalam tinjauan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Thomas Setiabudi Aden, Direktur Operasi & Pemeliharaan SDA Adenan Rasjid, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Kementerian PUPR Taufik, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulteng Arief Syarif Hidayat
