Selain itu daya beli masyarakat pekerja, khususnya kaum buruh, pekerja rumah tangga, miskin kota, sudah merosot 30 persen diakibatkan naiknya angka inflansi.
Kenaikan inflansi disumbang oleh kenaikan harga sewa rumah naik 12 persen, transportasi naik 20 persen, dan makanan 15 persen.
“Dalam situasi seperti ini, tidak mungkin rakyat kecil bisa bertahan,” ucap dia.
Adapun, BLT sebesar Rp 150 ribu per bulan selama 6 bulan disebut Said hanya sebagai gula-gula dan tidak ada manfaat. BLT sebagai bantalan itu hanya menjadi sia-sia.
“Karena itulah, mengapa kemudian partai buruh besama klas pekerja menggelar aksi besar-besaran puluhan ribu buruh pada tangga 4 Oktober,” katanya. (Far)
