“Ditambah pengeluaran pemerintah yang juga meningkat di tengah penyaluran berbagai program, misalnya, bantuan sosial, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 diperkirakan sesuai atau bisa melebihi target pemerintah,” klaimnya di Jakarta, Senin (19/9).
Peningkatan ekspor di bulan Agustus 2022 dipicu oleh ekspor migas yang masih tumbuh sangat tinggi, yakni 64,46% (yoy) dan ekspor non migas 28,39% (yoy).
Pada sisi sektoral, pertambangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi 63,17% (yoy) dan disusul pertanian 31,17% (yoy). Sedangkan manufaktur tumbuh 20,61% (yoy).
“Raihan ini mencerminkan Indonesia masih menikmati keuntungan dari adanya kenaikan harga komoditas,” ucap Febrio.
Di sisi lain, impor juga mencatatkan kinerja positif mencapai USD22,15 miliar dengan pertumbuhan 32,81% (yoy) dan 3,77% (mtm). Kinerja impor ini juga merupakan capaian tertinggi dari yang pernah terjadi.
‘
Tumbuhnya impor didukung antara lain oleh kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan Agustus 2022 yang melanjutkan ekspansi.
