Dia menambahkan, sebagai upaya akselerasi pembentukan LPH, BPJPH juga menjalin kerja sama dengan 58 Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri (PTKIN). “Tujuh di antaranya turut mendapatkan sertifikat akreditasi LPH hari ini,” paparnya.
Tujuh LPH baru yang berasal dari PTKIN yaitu LPH UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, LPH UIN Sunan Gunung Djati Bandung, LPH UIN Raden Fatah Palembang, LPH UIN Sultan Thaha Jambi, LPH IAIN Palangka Raya, LPH UIN Walisongo Semarang, dan LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Kita juga telah memiliki 284 calon auditor halal berasal dari 41 PTKIN dengan latar belakang kimia, biologi, teknologi pangan, serta bidang keilmuan lainnya sebagaimana ditetapkan dalam regulasi,” lanjut Sidik.
Adapun daftar 19 LPH yang menerima sertifikat akreditasi, sebagai berikut:
1. Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Ambon;
2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung;
3. Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian Banjarmasin;
4. Quality Syariah Banten;
5. Global Halal Indonesia;
6. Institut Pertanian Bogor;
7. Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Kementerian Perindustrian Yogyakarta;
8. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
9. Mujahidin;
10. Equitrust Lab;
11. Yayasan Baslan Hugo Trea;
12. Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI);
13. UIN Sulthan Thaha Syaifuddin (SUTHA) Jambi;
14. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam dan Maritim Makassar;
15. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;
16. IAIN Palangka Raya;
17. UIN Raden Fatah Palembang;
18. UIN Walisongo Semarang.
19. Universitas Syiah Kuala Aceh.
