
Menyambut hal tersebut, Chief Marketing & Digital Officer Home Credit Indonesia, Sheldon Chuan, megatakan perusahaannya mendukung akses inklusi keuangan untuk masyarakat. Kredit barang produktif, tentunya sejalan dengan produk jasa yang dimiliki Home Credit Indonesia. “Tak hanya kredit barang, kami juga memiliki fasilitas pembiayaan untuk modal usaha, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku,” kata dia.
Terkait inklusi keuangan atau akses masyarakat kepada pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga keuangan bank dan non perbankan, saat ini angkanya masih cukup rendah di tanah air. Menurut Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Ajisatria persentase orang Indonesia yang belum memiliki rekening bank (unbanked) dan yang telah punya rekening bank tapi belum punya akses memadai ke pembiayaan (underbanked) mencapai 76 persen atau 139 juta orang.
“Angka literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat memang naik terus dari tahun ke tahun. Namun terjadi gap yang cukup dalam, dimana sangat minim sekali angka inklusi keuangannya,” ujar Ajisatria.
