Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Tragedi Halloween di Seoul: Bagaimana Kerumunan Bisa Sangat Mematikan?
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Tragedi Halloween di Seoul: Bagaimana Kerumunan Bisa Sangat Mematikan?
Headline

Tragedi Halloween di Seoul: Bagaimana Kerumunan Bisa Sangat Mematikan?

Iqbal
Iqbal Published 30 Oct 2022, 09:56
Share
3 Min Read
itewon
Tragedi Hallowen di Seoul menyebabkan lebih dari 140 orang tewas dan 150 lainnya terluka. Foto: indiatvnews/AP
SHARE

“Ketika orang berjuang untuk bangun, lengan dan kaki terpelintir bersama. Suplai darah mulai berkurang ke otak,” ungkap G Keith Still, profesor tamu ilmu kerumunan di University of Suffolk di Inggris kepada NPR setelah kejadian Astroworld di Houston November tahun lalu.

“Dibutuhkan 30 detik sebelum Anda kehilangan kesadaran, dan sekitar enam menit, Anda mengalami asfiksia kompresif atau restriktif. Itu umumnya penyebab kematian yang dikaitkan – bukan karena terjepit, tetapi mati lemas,” tuturnya.

Orang yang selamat menceritakan kisah-kisah tentang terengah-engah, didorong lebih dalam di bawah apa yang terasa seperti longsoran tubuh ketika orang lain, putus asa untuk melarikan diri, memanjat mereka. Terjepit di pintu yang tak mau terbuka.

“Para penyintas digambarkan secara bertahap tertekan, tidak dapat bergerak, kepala mereka ‘terkunci di antara lengan dan bahu … wajah terengah-engah panik,'” menurut sebuah laporan setelah manusia mati bertumuk pada 1989 di stadion sepak bola Hillsborough di Sheffield, Inggris.

Baca Juga

Jeonju memiliki kekayaan budaya yang melimpah dan bangunan bersejarah yang meresap dalam sejarah dan budaya.
Yuk Jalan-Jalan ke Jeonju: Kota Si Paling Korea
KBRI Seoul: Tak Ada WNI Jadi Korban Tragedi Halloween
Tragedi Halloween di Korea Selatan, Korban Meninggal Bukan WNI
Previous Page123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: pray for itewon, Seoul, Tragedi Halloween
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article bea Alhamdulillah, Pekan Depan Beasiswa 5.000 Doktor Luar Negeri Cair
Next Article ketum pbnu Pertama Kalinya G20 Libatkan Agama sebagai Bagian dari Solusi Krisis Global

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi Tanda Zodiak. Foto: Istock @bymuratdeniz
Gaya hidup

12 Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan

Hukum
KPK Periksa Pihak Len Railway Systems Terkait Korupsi di DJKA Kemenhub
08 May 2026, 20:45
Telkom
TelkomGroup Resmikan Kabel Laut Pukpuk: Jembatan Digital Pertama yang Menghubungkan Indonesia – Papua Nugini
08 May 2026, 22:12
Jakarta Raya
Penataran Pelatih Anggar DKI 2026: Ghozi Zulazmi: Anggar siap Mendukung Target KONI DKI menjadi Juara Umum di PON 2028
08 May 2026, 21:52
Headline
Terjerat Kasus Korupsi, 2 Mantan Menhan China Divonis Hukuman Mati
08 May 2026, 20:53
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?