“Jika mengikuti isu-isu, dalam praktek kesekian kalinya diadakan untuk memberikan pemahaman dan mencari solusi, kontribusi dari berbagai pihak termasuk organisasi massa, lembaga-lembaga pendidikan, lembaga-lembaga advokasi maupun praktisi, dalam rangka persoalan yang topiknya tentang narapidana perempuan,” papar Hulman.

Hal semacam ini tak habis-habisnya disuarakan terus oleh Lamtiar. Nasib perempuan narapidana dan anaknya akan semakin terang. Ini merupakan momentum dimana akan ada rencana Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham merevisi UU Pemasyarakatan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UKI memiliki tanggung jawab secara moral bagi perkembangan ilmu hukum khususnya, mengingat UU tentang permasyarakatan ini sedang direvisi atau di amandemen. Termasuk nanti tentang Peraturan Pemerintah tentang permasyarakatan.
Film Itu Berjudul Invisible Hopes
Invisible Hopes adalah sebuah judul film yang sangat sederhana, namun membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mewujudkanya. Demikian disampaikan Lamtiar Simorangkir, sang Sutradara sekaligus Produser film dokumenter yang sukses di ajang FFI 2021. Lamtiar bercerita, bagaimana dirinya dan teman-teman sesama film maker memiliki mimpi yang sama yaitu membuat film-film yang spesifik mengangkat isu-isu sosial dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran untuk edukasi dan jika diperlukan sebagai advokasi.
