Di gim kedua, Gregoria pada awalnya juga masih terlalu hati-hati dan kurang bisa bermain lepas akibat kekalahan di gim awal. Dia kemudian berusaha agar tidak lagi memikirkan soal kekalahan di gim pertama dan memilih fokus bermain normal saja.
“Sat di poin-poin kritis, saya malah bisa bermain lebih tenang dan akhirnya menang walaupun lewat setting,” ucap Gregoria.
“Di gim ketiga, dengan karakter shuttlecock berat, saya coba mengikuti pola permainan lawan dahulu. Saya bermain sabar. Baru ada kesempatan saya nyolong dengan pukulan yang mematikan. Ternyata pola itu cukup berhasil. Lawan juga banyak mati sendiri. Mungkin lawan main buru-buru juga,” ucap Gregoria.
Soal peluang tampil ke BWF World Tour Final yang akan digelar di Bangkok, awal Desember, Gregoria tidak mau bicara lebih banyak. “Saya tidak mau mikir terlalu jauh bicara untuk tampil ke WTF. Saat ini saya ingin fokus dan konsentrasi saja ke pertandingan babak semifinal yang ada di depan mata dulu,” terang Gregoria.
Untuk menghadapi Han Yue asal China di partai semifinal, Sabtu (19/11), Gregoria menyebut lawannya itu memang layak diwaspadai. Apalagi, belakangan ini grafik permainannya juga lagi bagus. Di beberapa turnamen Han Yue bisa jadi terbaik.
