Lima hari setelah rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sejak 15-16 November 2022 digelar KTT G-20 di Bali. Perhelatan dunia ini digelar saat belum raibnya pandemi Covid-19. Indonesia sebagai tuan rumah diuji apakah mampu mengadakan kegiatan berskala internasional yang dihadiri oleh para pemimpin dunia ini akan sukses acara dan sukses penerapannya.
Presiden Jokowi sudah melakukan diplomasi bertemu dan mengajak pemimpin Rusia dan pemimpin Ukraina untuk hadir di KTT G-20 untuk menyelesaikan peperangan yang sudah terjadi lebih dari 8 bulan. Perang itu hanya bikin warga negara yang berperang menjadi susah, trauma, mata rantai ekonomi terganggu.
Tidak bisa dibantah, gelapnya ekonomi global salah satunya dipicu oleh perang Rusia-Ukraina. Hentikan perang melalui meja dialog. Indonesia sudah merasakan sengsara karena harus berperang mengusir penjajah.
Indonesia sebagai tuan rumah G20 juga tidak boleh melupakan Politik Non Blok Indonesia yang harus senantiasa juga diterapkan dan ditegakkan dalam berbagai Forum dan Kerjasama Serius, Strategis, Berpengaruh, Berdampak, dan Menentukan. Khususnya yang bersifat dan berkategori bilateral, trilateral, multilateral di tataran regional dan internasional. Indonesia sebagai sebuah negara besar yang berpengalaman, dan berpengaruh, pada dasarnya memiliki kemauan, kemampuan, dan kematangan untuk mencari, menguraikan, menemukan, merumuskan, dan mengembangkan alternasi-alternasi dan solusi-solusi yang baik dan positif. Terutama bagi Perdamaian, Keamanan, Keadilan, dan Kemakmuran Dunia.
