Dia menceritakan rumahnya dulu hanya dari kayu, berdinding dari anyaman bambu, lantainya tanah dan atapnya sering bocor apabila hujan turun. Namun dengan pendampingan petugas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS, saat ini rumahnya telah berubah drastis terlihat dari konstruksi pondasi beton, dinding hebel dan memiliki lantai yang diplester.
Sejak mendapatkan sosialisasi Program BSPS di Balai Desa Ngabab, Haryadi mulai yakin bahwa rumah layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Hariyadi pun rela menggunakan tabungan keluarga sebanyak Rp 25 juta untuk menambah dana stimulan dari Kementerian PUPR sekitar Rp 20 juta.
“Alhamdulillah sekarang rumah saya jadi lebih layak karena sudah dibangun berkat Program BSPS dan berharap kegiatan ini dilanjutkan ke depan. Kami mendapat pendampingan dari TFL mulai dari sosialisasi hingga saat proses pembangunan dan pastinya BSPS ini gratis dan tidak ada potongan sama sekali,” terangnya.
Hal senada disampaikan warga Desa Ngabab lainnya yakni Suhardi (51). Dirinya mengungkapkan, baru kali ini keluarganya mendapatkan bantuan perumahan dari pemerintah. Keluarganya pun sangat bersyukur bisa memperoleh dana BSPS senilai Rp 20 juta yang di gunakan untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.
