Suhadi yang juga menjadi peternak sapi “gaduh” juga mendapatkan dana BSPS dan didampingi oleh TFL dalam proses pembangunan rumahnya. Dirinya mengaku ingin keluarga dan anak-anaknya bisa tinggal di rumah yang layak huni.
“Lebih enak rumahnya yang sekarang karena dindingnya sudah tidak pakai bilik bambu tapi ditembok pakai hebel. Program BSPS ini sangat baik dan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR karena Program BSPS ini sangat bermanfaat dan perlu dilanjutkan karena warga bisa bergotong royong saling membantu dalam pembangunan rumah,” katanya.
Sementara itu, perangkat desa setempat yakni, Kaur Keuangan Desa Ngabab, Hamam Royani dan Kasi Pelayanan Desa Ngabab, Yoga Prasetyo mengaku pihak desa sangat terbantu karena Program BSPS mampu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di daerahnya. Apalagi hingga saat ini masih banyak RTLH yang di huni oleh masyarakat Desa Ngabab karena mereka tidak memiliki penghasilan tetap sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah.
“Program BSPS ini harus dilanjutkan karena bisa mengurangi RTLH di desa-desa
sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dari data yang kami miliki dari sekitar 400 RTLH, sebanyak 113 rumah telah berubah menjadi rumah layak lewat Program BSPS,” katanya.
