“Ke depan untuk menghasilkan ruang publik, TMII mewadahi, agar semakin banyak ruang yang bisa dipakai oleh komunitas. Karena Indonesia memiliki banyak komunitas yang memiliki hobi khusus ya,” kata Edy didampingi Corporate Secretary PT TWC, Emilia Eny Utari.
Hal ini, sambung dia, dilakukan sebagai bagian komitmen pemerintah untuk menghadirkan tempat wisata supaya sinkron. Sekaligus bisa diakses masyarakat agar banyak ruang bisa digunakan.
Kedua, konsep Green, sehingga TMII menerapkannya membuat ruang terbuka. “Yang tadinya 70 persen pembangunan-30 persennya ruang terbuka jadi kita balik, sekarang 70 persennya ruang terbuka dan 30 persen bangunan,” terangnya.
Dikatakannya, pohon-pohon sebagai penghijauan di TMII ke depannya didata, kemudian kendaraan yang masuk tidak beremisi akan dicek. “Sehingga TMII berkontribusi mengurangi emisi karbon dan menyuplai oksigen dengan banyaknya pohon yang ada di TMII ini,” katanya.
“Pohon-pohon yang ada di TMII akan teridentifikasi karena manfaat konsep Green tadi. Pengunjung dapat teredukasi. Sesuai platform program Green yang menjadi fokus TMII,” tambahnya.

