Dicontohkannya, seperti Museum Iptek yang mengadirkan teknologi masa depan, dan masa lalu hanya sebagai pengingat. “Kolaborasi juga akan didorong untuk memberikan keuntungan,” ujar Edy.
Lalu Museum Transportasi jangan hanya menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Namun bagaimana pengunjung dapat melihat transportasi pada masa depan.
Sementara, anjungan yang disiapkan di sini sudah mempunyai pedoman. Anjungan harus bisa representasi provinsinya masing-masing. Pertama yang diinginkan, anjungan dapat menjadi etalase untuk tourisme. “Ada showcase tempat unggulan wisata pada anjungan provinsi maupun ekonominya,” tukasnya.
Tak hanya itu, pengunjung akan melihat profile anjungan sebenarnya yang akan ditampilkan dalam bentuk digitalisasi. Ini penting direpresentasikan disamping kekayaan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung TMII.
“Setiap tahun kegiatan ini akan rutin digelar. Pertama, TMII Tourisme Forum, untuk menampilkan forum dan dibuyer kepada travel agent untuk memberi manfaat bagi provinsinya,” ucap Edy.

