“Kami patuh hukum, tapi malah walikota yang main-main dengan hukum. Kami punya banyak bukti, termasuk bukti setor pajak,” ucap jenderal bintang tiga itu.
Pihaknya yakin, persoalan ini tidak akan pernah diselesaikan oleh walikota Jakarta Timur karena dugaan satu dan lain hal.
“Saya curiga ada sesuatu antara onkum ini sama walikota, oleh karenanya kami berharap pada Pj. Gubernur DKI, semoga ada solusi,” pungkasnya.
*Kronologi pembangunan tanpa IMB*
16 Februari 2016, pukul 18.00 WIB lahan yang yang dikuasi King Yuwono didatangi belasan oknum personel TNI berpakaian dinas lengkap menggunakan mobil dinas dan motor honda vario hitam Nopol B6584 UPK.
Lalu beberapa personel langsung merusak pintu seng dan pagar tembok, kemudian mereka mendirikan tenda yang dijaga enam orang personel. Diketahui, dua orang di antaranya berpangkat kapten.
King Yuwono menyesalkan perintah Walikota yang kesannya diabaikan oleh oknum yang mendirikan bangunan di atas lahan miliknya. (bam/msb)
