Protes telah melanda Iran sejak 16 September ketika perempuan Kurdi Iran berusia 22 tahun, Amini, meninggal tiga hari setelah pingsan dalam tahanan polisi. Dia telah ditahan oleh polisi moralitas Teheran karena diduga tidak mematuhi aturan jilbab yang ketat dari rezim.
Demonstran telah menyerukan perubahan rezim dalam protes yang telah menjadi salah satu tantangan paling berani terhadap rezim tersebut sejak didirikan pada tahun 1979.
Lebih dari 300 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan ribuan telah ditahan, menurut kelompok hak asasi manusia.
Iran menyalahkan kerusuhan itu pada kekuatan asing, yaitu AS dan Israel. (Far)
