Garis perbatasan dalam peta menentukan nasib, harapan dan identitas kita, di sisi lain perbatasan bisa ditafsirkan sebagai penemuan wilayah saat pertama manusia mengunjunginya. Kemudian peta itu dipertegas oleh tanda pembatas suatu bangsa negara yang permanen secara aspek lanskap tidak dapat diubah, bukan bagian alami dari planet kita yang ditemukan baru-baru ini.
Keberadaan tanda perbatasan itu bisa diperdebatkan, bahwa sebagian besar garis imajiner ini tidak cocok lagi untuk dunia abad ke-21 dengan populasinya yang melonjak, perubahan iklim yang dramatis, dan kelangkaan sumber daya. Kemungkinan terjadinya perluasan wilayah demi kehidupan suatu bangsa secara atau diplomasi, bahkan ekspansi.
Dahulu, untuk mencegah penyalahgunaan perbatasan oleh orang asing, maka negara memilih cara melarang warganya tidak pergi ke perbatasan lain, ketimbang mencegah kedatangan negara lain. Sebab itu dapat memunculkan persoalan yang lebih rumit seperti soal pajak, imigrasi, dan lain-lain yang akan memusingkan banyak negara.

