“Baik dengan lomba karya para difabel ini dan lomba-lomba sebelumnya yakni mural, menulis surat untuk Kapolri dan seni musisi jalanan, mereka bebas untuk mengkritisi Polri lewat seni. Bapak Kapolri tidak segan-segan membuka ruang dialog dan beliau sangat terbuka bahwa Polri diperintahkan tidak boleh menutup diri. Orang (Polri) harus terbuka menerima saran, masukan dan juga kritikan,” bebernya.
Sebanyak 20 lukisan yang dipamerkan itu sangat berkualitas. Baik dari segi tema, para pelukis difabel ini selain menggambarkan apresiasi pelayanan yang telah dilakukan oleh Polri, juga harapan kesadaran masyarakat menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan bagi difabel.
Dalam kesempatan itu, Senior Manager Service and Facility Terminal 3, Muhammad Syarif berharap kepada para penumpang dan penggunaan jasa bisa menikmati karya-karya dari penyandang disabilitas ini.
“Semoga pesan-pesan dari para disabilitas melalui lukisan ini bisa tersampaikan kepada masyarakat melalui penumpang dan pengguna jasa bandara ini,” ujar Syarif.
