Agama Nusantara di Masa Pra-Islam
Bila menilik lebih jauh, sebagaimana dilansir literasiislam.com, jauh sebelum era Hindu Buddha, Nusantara bukanlah wilayah yang kosong dari agama. Kebudayaan awal yang berkembang di Nusantara adalah Kebudayaan Melanesoid. Kebudayaan ini adalah satu kebudayaan yang memiliki sistem kepercayaan penyembahan terhadap roh leluhur, termasuk bahwa Tuhan (sebagai roh tertinggi) memberikan kekuatan ke benda-benda alam seperti gunung, lautan, sungai, batu besar, pohon, yang juga dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka. Di negeri kita, peninggalannya digambarkan dengan punden berundak: bahwa di puncak tertingginya, berdiam roh leluhur.
Karena gejolak politik, di abad ke-3 M terjadi perpindahan beberapa dinasti dari India ke negeri kita, sebuah wilayah yang sebenarnya sudah sejak sebelum masehi memang kerap menjalin hubungan dengan India (bahkan sampai ke Afrika), khususnya melalui jaringan lalu lintas laut. Di masa inilah, mulai muncul masa kerajaan yang skalanya lebih besar. Jadi, sebenarnya di awal, sistem sosial politik di Nusantara itu adalah sebuah bangsa di mana entitas terbesarnya adalah skala desa.
