Sebelum rapat internal di Balai Kota hari senin tersebut, Heru Budi Hartono mengatakan sudah menyerahkan Surat Keputusan Presiden Nomor 139/TPA Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Pemprov DKI kepada Marullah Matali.
Dari informasi didapat pada hari Senin itu juga, sejumlah tokoh Betawi pun akan mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, tempat Heru Budi Hartono berkantor. Terkait kapan dan apa agendanya, informasi kala itu masih simpang siur.
Saya mencoba mengonfirmasi beberapa teman soal rencana kedatangan para tokoh Betawi tersebut. Namun, tidak mendapatkan jawaban pasti atas hal itu.
Selasa (6/11), saya menerima kabar bahwa sejumlah tokoh sudah berada di Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu Pj Gubernur DKI. Rupanya, yang datang adalah Bamus Betawi dan Bamus Betawi 1982.
Betul sekali, organisasi besar masyarakat Betawi yang mengalami pergesekan internal sejak 2018 lalu, jaman Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan.
Rasa penasaran pun kian menyeruak, ada persoalan apa sebenarnya sehingga sesepuh Betawi harus turun gunung menemui Heru Budi Hartono?

