Rentetan pasal demi pasal dari regulasi yang mengatur soal kedudukan Sekda dan kewenangan PJ Gubernur pun dimuntahkan dari senjata politik sebagian kecil kalangan.
Wajar, namanya juga politik reformatif. Kalau tidak dinamis, bukan demokrasi namanya. Tapi pun begitu, Heru akan tetap fokus pada misinya menuntaskan agenda utama yaitu soal banjir, macet dan tata ruang.
Betul, Heru Budi Hartono bukan dipilih langsung oleh rakyat. Diakui juga bahwa Heru hanya menjalankan kekuasaan pada masa kekosongan setelah ditinggal Gubernur sebelumnya.
Tapi penting diingat, Heru Budi Hartono bukan orang baru di Jakarta, bukan juga orang baru dilingkup Pemprov DKI. Karirnya tumbuh besar di dalam berbagai karakter pemimpin Jakarta sehingga dia terbekali berbagai gagasan para pendahulunya.
Menariknya, Heru punya ciri khas sendiri. Selama mengabdi di Jakarta, Ia bergaul dengan berbagai corak dan tipikal kepemimpinan sehingga terbentuk model kepemimpinan yang khas pada dirinya.
Dia ramah, luwes, santun tapi tegas, punya wibawa dan pekerja keras. Heru mewarisi tipikal pemimpin dari beberapa generasi. Dia pun visioner sehingga tahu harus berjalan dengan siapa dan bergerak seperti apa untuk membangun Jakarta dua tahun ke depan.

