“Ini LPEI lakukan dalam rangka membangun ekosistem ekspor yang mampu menunjang perwujudan dari objektif tersebut,” ucap Gerald.
Hal senada diungkapkan oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dalam acara penutupan Trade Expo Indonesia ke-37 di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Kamis (22/12). “Kalau produk-produk kita semakin bagus, semakin menarik, semakin dimutukan dunia, semakin kompetitif maka banyak orang akan datang. Jadi ekosistem itu saling terkait satu sama lain, kolaborasi dan kerja sama sehingga kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan itu,” tutur Mendag Zulkifli.
Adapun 15 pelaku UMKM yang dilibatkan berasal dari program CPNE, Desa Devisa maupun nasabah LPEI yang telah memiliki kemampuan dan kualitas produk siap ekspor. Jenis produk yang dihadirkan antara lain, kopi, teh, frozen food, olahan bawang, serta kelapa dan turunannya.Produk-produk UMKM binaan LPEI tersebut menarik perhatian dari banyak pembeli, baik lokal maupun mancanegara.
Tercatat sebanyak 285 pengunjung yang menyinggahi booth LPEI untuk membeli maupun melihat potensi ekspor dari produk.Selain kesuksesan booth, salah satu mitra binaan LPEI, PT Swarga Sang Juragan, berhasil menandatangani perjanjian bisnis dengan buyer senilai USD 30 ribu ke Bangladesh atas produk buah pinang. PT Swarga Sang Juragan sendiri merupakan peserta dari Coaching Program for New Exporter (CPNE) tahun 2019 yang telah diberikan pendampingan dan pelatihan oleh LPEI hingga mampu menembus pasar ekspor.
