Petrus Golose mengungkapkan, gencarnya penggunaan media sosial (medsos) di masyarakat juga dimanfaatkan BNN melalui berbagai unggahan konten dan informasi p4gn di medsos.
“Penyuluhan narkoba juga telah mampu melayani 7.537 permintaan masyarakat dan total audiens sebanyak 1.847.034 orang, baik dilaksanakan secara tatap muka maupun virtual,” tukas Petrus.
BNN juga berupaya meningkatkan ketanggapsiagaan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan indikator kinerja jumlah kabupaten/kota kategori “tanggap ancaman narkoba” atau kotan di Tahun 2022, terdapat 21 kabupaten/kota dalam kategori sangat tanggap, dan 129 kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba.
“Untuk memaksimalkan peran masyarakat, BNN telah mencetak 32.363 penggiat p4gn. selain itu, telah melaksanakan tes urine terhadap 146.913 orang di seluruh Indonesia,” klaimnya.
Selanjutnya, BNN telah menurunkan kawasan rawan narkotika sebanyak 689 daerah dari 8.691 pada Tahun 2021 menjadi 8.002 di Tahun 2022, melalui giat pemberdayaan alternatif dan sinergi antar kedeputian (cegah, rehab dan berantas). “Tuk mengatasi hal itu, kami telah memberi life skill pada 1.089 orang yang tinggal di daerah rawan narkotika,” tuturnya.