Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 3 hari yakni pada hari Senin (7/1) sampai Rabu (9/1) yang dilakukan oleh Puskesmas Cilincing di Rusunawa Marunda, ungkapnya, terdapat setidaknya 63 warga mengalami gatal-gatal, 16 orang mengalami batuk pilek, 8 orang mengalami darah tinggi, 3 orang mengalami sakit mata, 3 orang mengalami badan sakit, 2 orang mengalami sakit campak, dan 2 orang mengalami gangguan pencernaan.
Menurutnya, gangguan kesehatan yang dialami oleh warga itu diduga akibat debu pencemaran debu batubara. Sejak 4 September 2022 hingga 13 Januari 2023, hujan debu batubara terus terjadi hingga masuk ke dalam area Rusunawa Marunda, khususnya pada Blok D3, RPTRA, serta kawasan sekolah SMPN 290.
“Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan tersebut diduga belum menggambarkan keseluruhan kondisi warga karena pemeriksaan kesehatan di Kawasan Marunda tersebut diumumkan secara mendadak, serta dilakukan pada hari kerja/sekolah, dan hanya dilakukan pada jam kerja/sekolah (08.00-12.00),” katanya.
