Arist menuturkan sebanyak 21 persen anak-anak di DKI Jakarta masih terlantar dan tidak mendapatkan perhatian dari Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu wajar apabila banyak dijumpai anak-anak berada disudut-sudut jalanan ibu kota untuk mencari nafkah.
“Anak anak yang terpaksa hidup di jalanan, baik apakah dia dari pemulung , dari peminta minta atau pengamen, sampai hari ini juga belum berhenti,” tuturnya. (Peri)

