Kedepan, di IKN dan daerah penyangganya akan berdatangan para pendatang baru dari berbagai tempat di Indonesia bahkan dari belahan dunia. Maka warga setempat perlu diedukasi, di dampingi untuk mampu adaptif akan perubahan baru secara cepat di IKN dan sekitarnya.
LKTN dibentuk untuk melakukan kajian-kajian, dipergunakan menyusun formula pendekatan tepat guna sehingga penyiapan sosio-kultura dari masyarakat setempat terhadap perubahan cepat bakal terjadi di IKN berlangsung tepat guna. Dan tidak terjadi perkembangan sektor fisik cepat maju dan berbagai aspek serba cepat sementara masyarakat terasingkan dan tereleminasi perkembangan baru.
“Kita berharap penguatan terhadap masyarakat dan budaya di IKN dan sekitarnya, masyarakat tidak terpinggirkan di wilayah pemukimannya sendiri,” katanya.
Ke depan juga semoga penempatan IKN membawa kebaruan, momentum baru, pergerakan ke titik nol di Kalimantan Timur. Terjadilah transformasi titik nol nusantara lama ke titik nol nusantara baru.
Langkah LKTN pada jangka pendek dan panjang, dia menjelaskan, dari eko-sosio-kultura, ketiganya perlu tersedia data base yang cukup. “Ini menjadi bahan penting menjadi keputusan tepat guna, tidak hanya data statistik sebagai bahan penting. Harus benar-benar dieksplore, sementara ini baru data rintisan”.
