“Apapun catatannya barangkali agak pedas tetapi bermakna memperkuat posisi IKN, hampir semua setuju bahwa Ibu Kota Negara baru dibutuhkan,” tukas Riansyah.
Sehingga pihaknya bakal melakukan kerja, menyiapkan kajian, apakah itu bermakna atau tidak tapi jadi suara bersama. “Catatan kritis dalam suatu proses pembangunan itu sangat penting”.
Fasilitas fisik baru sebagai lingkungan buatan akan dihadirkan di IKN beserta daerah-daerah penyangga. Harus harmoni dengan lingkungan alam setempat. Dikenal mempunyai keanekaragaman hayati sebagai ciri khas hutan Kalimantan.
Harmonis dengan perbukitan maupun lahan basah (wetland) lantaran hujan tropis ada di sekitarnya. Penyiapan secara sosial perlu juga dilakukan terhadap warga sekitar area IKN, yakni warga di wilayah PPU serta daerah-daerah sekitar. Beruntung telah cukup lama hadir sebagai para pemukiman relatif multi etnik, terdiri atas etnik-etnik setempat dan etnik-etnik pendatang.
Ke depan, lanjutnya, kawasan IKN bakal berubah menjadi kawasan lebih multi etnik, malahan multi nation, sebagai konsekuensi logis atas posisinya sebagai pusat negeri. Masing-masing suku dan bangsa kelak berhuni di IKN membawa serta budayanya masing-masing.
