Dia memastikan, surat bersama itu sifatnya aspirasi dan koreksi terhadap keputusan Plt Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Mardiono. Hingga saat, katanya, DPP PPP belum memberikan respons atas surat bersama dari petinggi PPP DKI Jakarta itu.
“Baru 2-3 hari, belum seminggu. Itu kan berproses, DPP juga mengambil keputusan tidak gegabah. Harus dirapatkan dulu, diplenokan dulu. Apalagi itu menyangkut struktur. Aspirasi yang menjadi bagian bergaining politik kan sah-sah saja. Itu bagian dari komunikasi politik yang harus dibangun,” jelasnya.
Putra almarhum Abraham Lunggana (Haji Lulung), Guruh Tirta Lunggana mengungkapkan, dirinya telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPW PPP DKI Jakarta. Tirta Mundur setelah Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono menertibkan Surat Keputusan (SK) Perubahan Pengurus DPW PPP Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor 0790/SK/DPP/W/I/2023 yang menggantikan Tirta sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta oleh Syaiful Rahmat.
“Saya itu sudah mengundurkan diri menjadi pengurus (DPW PPP DKI Jakarta). Tanggal 23 itu, catet (pengunduran diri). Tanggal 23 itu kami mengundurkan diri dari pengurus DKI Jakarta bersama 5 DPC; Jakpus, Jakbar, Pulau Seribu, Jakut, Jaksel, seperti itu ya. Jadi kalau terkait pergantian, itu DPP lah yang mengganti,” ujar Tirta di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).
