Dalam sejarah NU tidak dapat dipisahkan dengan dukungan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja). Ajaran ini bersumber dari Alquran, sunnah, dan Ijma (keputusan ulama terdahulu). Qiyas atau contoh kisah Alquran dan hadits.
Dalam bidang syariat Islam, sesuai dengan salah satu ajaran dari empat Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), dan sebenarnya Kiai NU sangat taat kepada Syafi’i. Dasar-dasar Imam Abu Qosim Al Junaidi di bidang tasawuf. Hasan al-Bashri tokoh Sunni terkemuka dalam masalah qadariyah dan qadariyah mengenai personel, memilih pandangan qadariyah.
Pendapat bahwa pelaku adalah kufur dan hanya keyakinannya yang masih tersisa (fasiq). Apa ide yang dikembangkan oleh Hasan AL Basri justru direduksi menjadi gagasan ahlussunnah wal jamaah.
Menurut intelektual Muslim Muhammad Abu Zahrah Islam memiliki dua bentuk utama, yakni praktis dan teoritis. Perbedaan tersebut justru terlihat pada kelompok-kelompok seperti Ali bin Abi Thalib, Khawarij, dan Muawiyah. Bentuk keberatan kedua dalam Islam bersifat teoritis ilmiah, seperti dalam kasus “Aqidah dan Penuh” (Fikhu). Ahlussunnah wal jamaah sebagai salah satu aliran batin Islam tentunya memiliki nuansa politik dan sangat kental pada saat kelahirannya. Namun dalam perkembangan wacananya juga merambah bidang-bidang seperti aqidah, hukum Islam, tasawuf, dan politik.
