Lalu muncullah Era Jokowi. Mirip dengan SBY yang tertangkap basah di Fort Bening, Georgia, AS, karena berbuat tak pantas, sehingga “dipilih” oleh Intelijen Asing untuk dijadikan Presiden yang menguntungkan mereka. Seakan bertepuk dengan kedua tangan, demi menjadi presiden, sekalipun Boneka Asing, tanpa diminta pun SBY mengakui AS sebagai tanah airnya…
Sedang, konon… Jokowi sewaktu blusukan di Cina Daratan sambil menjual mebelnya, ketahuan belangnya, lalu ditangkap, dan di- brainwashed agar menjadi pion RRC… Dia pun didukung untuk menjadi RI-1. Begitulah perjalanannya mulus dimulai dari Walikota dan lalu Gubernur. Amerika Serikat pun setuju dengan alasan lain, terkait Freeport dan referendum di Papua…
Tidak seperti cerita Bambang Tri lewat bukunya Jokowi Under Cover, seorang Budayawan Cina Indonesia, dari hasil risetnya, menceritakan bahwa Bapak Jokowilah yang Cina, bukan Ibunya. Karena itu dia diberi nama Cina, Oey Hong Liong. “Wi” dalam Widodo itu berasal dari nama keluarga cina “Oey”… Sedang Ibunya adalah Jawa deles. Hanya saja, konon, usia Ibu dan Anak itu hanya terpaut 10-15 tahun. Sehingga, Jokowi kecil hidupnya sangat menderita, tidak mendapat kasih sayang ibunya dengan wajar, ditambah pula bapak aslinya minggat. Dalam Ilmu Psychiatry, ia disebut menderita sindroma schizophrenic acute… jiwanya sakit… labil, rada ora benèh.
