Sebagai pion RRC, tidak tanggung-tanggung, sebulan sesudah dilantik oleh MPR, Oktober 2014, pelantikan mana dihadiri pula oleh Menlu AS (luar biasa!) John Kerry di jaman Barrack Obama, Jokowi menghadiri Konferensi APEC di Beijing. Di situ Jokowi membuka diri berniat membangun Tol Laut dan Poros Maritim di Indonesia. Yaitu dalam upaya mendukung Program One Belt One Road-nya Cina RRC. Semula kita tidak tahu banyak soal celotehan Jokowi itu, tapi belakangan dia benar-benar mewujudkan niatnya itu, yaitu setelah bergabung dengan Bank Pembangunan Infrastruktur Cina…
Pembangunan beberapa puluh pelabuhan dan dermaga laut serta pulau-pulau reklamasi di pantai-pantai benar2 dilakukan Rezim ini terus-terusan. Juga dibangun banyak apartemen dan rumah-rumah susun yang terutama dimodali oleh Cina2 Aseng Konglomerat. Tentu ijin penggunaan lahan dan lain-lain berada di tangan Rezim. Jufa di beberapa pantai yang strategis dibangun pulau-pulau buatan….
Kemudian diyakini, bahwa proyek2 pembangunan itu adalah untuk menyambut kedatangan jutaan Cina-cina Daratan yang masuk dengan mudahnya… dengan dilengkapi Kartu Tanda Penduduk Indonesia… Mereka menjadi Pekerja Asing berwarganegara ganda, ya Cina, ya Indonesia…
