Kita harus belajar dari pilpres sebelumnya. Betapa saat itu hadir para kandidat salam setiap kampanyenya dengan berbagai informasi prestasi hasil kerjanya serta janji-janji jika terpilih kelak menjadi presiden akan pro rakyat.
Ingat, masa depan bangsa negara ini ada pada kecerdasan kita dari pengalaman buruk dari janji-janji kandidat disetiap pemilu, pilkades, pilkada, pileg, pilpres.
Pilpres sekarang adalah potret keadaan sebelumnya, dimana yang satu saling mempengaruhi yang lain.
Tak ada yang baru dalam pilpres ini. Semua kandidat dan timsesnya ingin berkuasa dan mengatur bangsa negara ini. Namun hendaknya harus kedepankan kepentingan bangsa negara dengan nyata, bukan sekedar janji. Perlu segera dibuatkan kontrak atau janji politik yang seberat-beratnya agar kandidat tak ingkar janji kelak, atau apapun bentuk cara yang lainnya, sebab memang sulit menjamin kandidat tak akan ingkar janji. Segalanya akan berbeda setelah memangku jabatan. Bahkan kadang hukum pun dapat dibolak-balik.
Waspada janji-janji para kandidat di musim kampanye saat ini. (Yudha Krastawan)
