“Sekali lagi ini ibarat pisau bermata dua. Ada sisi bagus, tapi ada sisi kurang bagusnya. Bagusnya menjadi sebuah kontrol untuk kemudian pejabat berperilaku yang sewajarnya, tidak bagusnya terkadang hal-hal yang kemudian seharusnya ada ruang privasi ibaratnya hilang semua. Menjadi tidak ada batas diantara publik dan privat. Ini memang persoalan yang saya kira tidak mudah untuk mengatasi hal ini,” katanya.
Lebih lanjut Anis mengatakan fenomena seseorang yang kerap menampilkan gaya hidup mewah di media sosial sebenarnya merupakan naluri manusia yang ingin membuktikan status sosial atau eksistensi diri mereka. Namun, hal tersebut menjadi tidak patut dan wajar ketika dilakukan oleh seseorang yang merupakan pejabat publik.
Menjadi Perhatian Presiden
Mencuatnya kasus pamer gaya hidup mewah pun menyita perhatian Presiden Joko Widodo. Ia meminta secara tegas kepada seluruh jajaran ASN untuk disiplin dan menghilangkan sikap dan sifat hedonisme.
“Saya minta kepada seluruh menteri dan kepala lembaga untuk mendisiplinkan aparat di bawahnya, memberitahu apa-apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang boleh dilakukan,” ungkap Jokowi.
