“FIFA berstandar ganda. Terhadap Rusia dia menghukum, terhadap Israel dia tidak punya keberanian menghukum lalu kita diam, kita membela?” tuturnya.
Hal yang sama diserukan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, Mustafa Kamal. Ia juga mempertanyakan sikap mendua FIFA yang jauh dari asal keadilan.
“Kami menilai ada standar FIFA. Rusia dinilai melakukan aneksasi terhadap Ukraina saja sudah ditolak dalam Piala Dunia 2022. Sementara Israel yang sudah lama membunuh dan menjajah Palestina dibiarkan bebas bertanding. Ini jelas sangat diskriminatif, sangat rasialis,” ujar Mustafa dalam rapat kerja dengan Pelaksana Tugas (Plt) Menpora Muhadjir Effendy di DPR beberapa hari lalu.
Menurut Mustafa, Indonesia sesuai Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sudah sewajarnya menolak kehadiran tim nasional Israel dalam gelaran Piala Dunia U-20. Jangan sampai, sambung dia, pembiaran justru membuat Israel semakin jemawa.
“Sekali ini dibiarkan dia akan menjadi pembenaran untuk perilaku yang sama oleh Israel, termasuk mengancam negara kita sendiri. Ya karena itu marilah kita bersatu bersikap tegas menolak kehadiran delegasi Israel dalam U-20 ini,” kata Mustafa.
