Masyarakat pun diajarkan oleh narasumber profesional di bidangnya. Warga juga diajarkan teori sekaligus membuat langsung keripik tersebut.
Sejumlah ibu-ibu langsung praktek mulai dari pengolahan bahan, penggorengan, pengeringan hingga pengemasan produk siap jual.
Mamad menjelaskan, rumah produksi ini akan mengolah sayuran mulai dari kangkung, bayam, dan lain sebagainya.
“Pelatihan untuk bagaimana mengelola hasil dari pertanian dari kangkung atau bayam. Hasil produksi supaya menghasilkan jadi produksi yang bisa dipasarkan itu laku keras, bisa mendobrak perekonomian sekitar, khususnya kelompok tani binaan GMP,” papar Mamad.
Sementara, Ketua Kelompok Tani GMP, Ujang Zaenuddin menambahkan, pihaknya mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam sayuran.
Kini, Ujang mengatakan, para petani binaan GMP bahkan masyarakat di Garut bisa membuat keripik kangkung atau bayam hasil dari pertanian sendiri.
“Alhamdulillah, kami selaku kelompok tani mendapatkan ilmu untuk pembuatan keripik kangkung,” ucapnya.
