“Inilah hebatnya Alquran, psikologi lelaki juga dibicarakan. Bawaannya lelaki ketika ketemu perempuan cantik sekaligus sopan dan memberikan harapan, maka dikejar agar dapat,” katanya.
Gus Baha juga mewanti-wanti bahwa mengajarkan sopan harus tetap dilakukan. Namun, diberikan keterangan tambahan bahwa dalam kondisi tertentu sopan tidak diperlukan. Karena ada hal lain yang lebih penting. Dalam contoh lain, umumnya santri ketemu kiainya menunduk sopan, tidak berani melihat wajah sang kiai dan memberi jarak.
Namun, ketika kiai tersebut dalam keadaan darurat, seperti terpeleset maka seorang santri harus segera mendekat. (ahmad)
