Bukan sekadar menambah keterampilan, relawan SDG Jabar juga berharap pelatihan itu bisa berdampak pada sektor ekonomi ponpes dan santri sendiri.
“Harapannya setelah lulus dari pesantren, mereka dibekali ilmu-ilmu yang kreatif, untuk menunjang kehidupan mereka di bidang ekonomi,” harap Hakiki.
Selain memberikan pelatihan, relawan SDG Jabar juga menyerahkan bantuan mesin jahit kepada pihak Ponpes Darul Ma’rif. Mesin diberikan merupakan kualitas tinggi yang telah menjadi mesin standar industri garmen.
Bantuan itu diberikan agar para santri bisa terus mengasah kemampuan menjahitnya meski pelatihan dari SDG telah usai.
“Meski pelatihannya sudah selesai, mereka bisa terus membuat pakaian baru. Kreativitas mereka dituangkan melalui mesin jahit yang sudah ada di pondok pesantren,” ujarnya.
Sementara, pimpinan Ponpes Darul Ma’rif, Abdurohman mengapresiasi pelatihan dan bantuan dari relawan SDG Jabar kepada ponpesnya. Dia menyebut, pelatihan dan bantuan itu sangat bermanfaat bagi para santri.
Melalui pelatihan ini, Abdurohman berharap para santrinya ketika lulus dari pesantrennya tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga memiliki keahlian untuk bisa membuka lapangan usaha dalam bidang menjahit.
